Andalan
Diposkan pada Renungan

“Jualan” Qur’an itu mirip Jualan Produk MLM


Assalamu’alaikum warohmatullah

Alhamdulillah, wassholaatu wassalaamu ‘alaa rasulillah, ‘amma ba’du

Tulisan terakhir sebagai penutup malam ini. Familiar dengan MLM? Pasti familiar, saya cukup yakin. Dengan menjamurnya MLM di negara ini, hampir semua orang minimal pernah di “prospek” oleh seorang member MLM. Sebelumnya saya pernah sedikit menulis tentang “MLM Islami”, walaupun tidak banyak bahas masalah MLM di situ, dan mungkin akan mengecewakan anda, jadi mendingan gak usah repot-repot mencarinya. Kalau masih ngotot mau cari tulisan itu, resiko ditanggung penumpang. Lanjutkan membaca ““Jualan” Qur’an itu mirip Jualan Produk MLM”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 12


Prelude

Pernahkah kalian merasa membutuhkan orang yang bisa diajak kerja sama, atau ketika mencari karyawan atau staff untuk kantor tapi kebingungan harus memilih orang seperti apa yang akan dipilih? Kisah berikut mungkin bisa menjadi sedikit inspirasi bagi kalian. Selamat menikmati.

Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 12”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 11


Prelude

Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya untuk manusia lain. Mungkin ada yang pernah dengar hadits tersebut. Tapi ironinya, kadang ketika kita diberikan kesempatan untuk memberikan manfaat kepada orang lain, tidak sedikit yang mundur. Padahal kita mampu untuk melaksanakan hal tersebut. Lalu bagaimana sikap yang sebaiknya?

Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 11”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 10


Prelude

Setiap manusia secara naluri suka di kasih melebihi ekspekstasinya dalam hal-hal yang positif. Misalnya berharap 1 ternyata dapetnya 10. Tentu merupakan sesuatu yang membahagiakan. Lalu adalah kiat-kiat atau tips and trick agar bisa mendapatkan hal tersebut?

The Concept of Barakah

Saya sebelumnya sudah pernah menuliskan juga tentang makna barakah di blog ini. Kalau belum baca, boleh mungkin setelah ini mampir ke sini. Tapi untuk ringkasnya makna dari kata barokah atau keberkahan itu mencakup 2 hal, yaitu

  1. Bertambah dan terus bertambah
  2. Tetap kokoh tak tergoyahkan meskipun semakin bertambah atau semakin besar.

Maka sebenarnya jika kita ingin harta kita bertambah dan tetap bertahan hingga anak cucu kita, kuncinya sederhana. Carilah harta yang berkah. Karena keberkahan harta itulah yang in syaa Allah akan memberikan kecukupan kepada kita dan bahkan anak cucu kita.

Pun jika misalnya kita ingin keluarga yang langgeng, maka carilah keluarga yang penuh berkah. Yang Allah berikan ketentraman di dalamnya. Di cukupkan rezekinya. Di kuatkan anak keturunannya dan seterusnya.

Menjadi Manusia Penuh Berkah

Rasulullah SAW adalah manusia yang paling diberkahi di seluruh jagat raya. Maka jika ingin menjadi manusia yang diberkahi, ikuti saja jalan hidup beliau. Pasti kita akan menjadi manusia yang diberkahi. Darimana saya tau? Lihat saja orang-orang yang mengikuti beliau. Para sahabat adalah bukti nyata bagaimana dengan mengikuti cara hidup Rasulullah SAW adalah cara terbaik untuk mendapatkan keberkahan.

Ketika mencari rezeki, katakanlah bekerja maka bekerjalah mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Saya tidak bilang sunnah yang berat-berat dulu, tapi justru sunnah yang paling dasar sebagai manusia. Rasulullah SAW itu bahkan sebelum menjadi Rasul sudah dikenal dengan karakternya al-aamiin, yang paling amanah. Maka ketika bekerja, bekerjalah dengan amanah. Dengan integritas kalau bahasa sekarang tuh. Dengan penuh tanggung jawab. Bekerja dengan jujur. Jangan suka menghilang di jam kerja. Jangan melimpahkan pekerjaan yang harusnya jadi tanggung jawab kita. Jangan misalnya akal-akalan dengan absensi, dan sebagainya. Jadilah orang yang amanah. Ini mungkin sunnah beliau yang terbesar dan mungkin paling diabaikan manusia khususnya umat muslim. Sulit? Ya memang sulit. Tapi niatkan tiap hari untuk terus memperbaikinya.

Ketika bermusyawarah atau dimasyarakat, ikutilah sunnah beliau. Bagaimana adil dalam memutuskan. Bagaimana cerdas bahkan dalam bercanda. Bagaimana bijak dalam berpendapat. Bagaimana mau mendengarkan pendapat orang lain, dan sebagainya.

Ketika di rumah, ikuti pula sunnah-sunnah beliau. Bagaimana masuk ke rumah, apa yang dilakukan selama di rumah, dan seterusnya. Bagaimana berkomunikasi dengan istri, bagaimana berkomunikasi dengan menantu, bagaimana berkomunikasi dengan cucu, dan sebagainya.

Jika kita meniatkan diri untuk mengikuti manusia paling diberkahi, maka in syaa Allah kita pun akan ketularan ikut diberkahi. Tapi semakin kita jauh, bagaimana mungkin keberkahan akan datang. Kalau kata Ustadz Budi Azhari, kita ini ingin sukses tapi kita tidak pernah mengikuti jalan hidupnya orang yang sudah pasti dan sudah dijamin kesusesanya dunia akhirat. Akhirnya apa? Akhirnya sukses dunia belum tentu dapat sukses akhirat sudah pasti jauh. Begitu kira-kira.

Conclusion

Jika ingin hidup selalu bertambah, maka jalanilah hidup yang berkah. Dan contoh hidup yang berkah telah ada pada diri Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Ikuti jalan mereka maka in syaa Allah harta kita, keluarga kita, pekerjaan kita, karir kita dan semua hal dalam hidup kita akan penuh keberkahan.

Dan beruntunglah jika kalian bertemu atau berhadapan dengan orang yang mampu mengajak kalian untuk mengikuti jalan yang penuh berkah tersebut. Karena tidak ada sahabat terbaik selain yang mengajak kepada Allah dan RasulNya.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Silahkan sebarkan jika kalian suka. Akhirul kalam

Wabillahi taufiq wal hidayah

Wassalaamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Jambi, 4 Mei 2020

Achmad Shafiq Bafadhal

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 9


Prelude

Ada perbedaan pendapat dalam berdoa. Ada yang bilang berdoa itu jangan minta atau gak boleh minta dunia. Ada juga yang bilang, ya mau minta dunia ataupun akherat selama mintanya ke Allah SWT ya gak apa-apa. Meskipun hal ini terlihat remeh, tapi siapa sangka kadang perdebatan yang seperti ini juga bisa bikin rame di jagat maya. Lalu bagaimana sikap kita?

Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 9”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 8


Prelude

Setiap orang punya kebebasan yang Allah SWT berikan bagi setiap hambanya untuk memilih. Terlepas dari pilihan itu baik atau buruk, itu akan kembali kepada yang bersangkutan dan kelak Allah SWT akan meminta pertanggunjawaban darinya. Lalu apa pilihan yang dimiliki oleh umat islam saat ini?

Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 8”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 7


Prelude

Mungkin kalian pernah lihat paket tur atau paket liburan ke sebuah tempat. Dan disana ada berbagai tulisan tentang spot-spot menarik yang ada disana, fasilitas-fasilitasnya dan sebagainya. Tapi pernahkah terbayang kalau semua itu disampaikan dengan sebuah brosur yang tak berbentuk dengan susunan yang berantakan? Apakah mungkin kita bisa mendapatkan informasi yang kita butuhkan? Prinsip ini pada dasarnya sama dengan setiap orang yang berdakwah. Bagaimana mungkin kita bisa memperkenalkan islam, mengajak kepada kebaikan jika kita tidak meramunya dengan sesuatu yang mudah dan dimengerti oleh masyarakat? Lalu apa kata Quran tentang ini?

Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 7”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 6


Prelude

Pernahkah ketika kamu sedang mendengarkan pelajaran atau kuliah dan sedang serius-seriusnya, tiba-tiba ketika sesi tanya jawab lalu muncul pertanyaan yang sangat tidak relevan dengan materi? Yuk kita lihat apa kata Quran tentang hal ini.

Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 6”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 5


Prelude

Kita semua adalah da’i sebelum menjadi apapun. Mungkin ada yang pernah dengar istilah ini, tapi mungkin banyak juga yang belum. Anyway, apapun itu yang paling populer pasti adalah kata dakwah. Pasti pernah denger donk kalo dakwah? Disini saya tidak akan menulis tentang pengertian dan tata caranya. Tapi yang ingin saya bagikan kali ini adalah sesuatu yang bisa di bilang sunnah dari Al-Quran yang mungkin sudah banyak kita lupakan. Apa itu? Yuk simak sampai selesai

Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 5”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 4


Prelude


Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Pernahkah anda membangun sebuah bisnis atau sebuah sistem apapun dalam organisasi atau kehidupan anda, lalu anda benahi sedemikian rupa sehingga bisnis atau organisasi tersebut tumbuh dengan pesat, lalu tiba-tiba semua hancur berantakan karena sesuatu yang kita tidak tahu atau tidak kita sadari penyebabnya. Kisah berikut ini mungkin bisa kalian renungkan. Semoga bermanfaat. Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 4”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 3


Prelude

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh

Mind, Body and Soul

Saya yakin udah sering dengar kan istilah tersebut. Mind atau pikiran, body atau fisik, dan soul atau jiwa. Ketiganya harus seimbang. Dan ketiganya harus diberikan nutrisi sesuai kebutuhannya masing-masing. Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan tersebut akan menyebabkan rusaknya keseimbangan. Dan ketika sudah tidak seimbang, maka bisa dipastikan kerusakan yang akan terjadi. Lalu, apa solusinya? Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 3”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 2


Prelude


Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh

Setiap orang pasti punya salah dan dosa, setuju? Siapapun itu, mau setinggi atau serendah apapun ilmunya, imannya, kedudukannya, pasti pernah berbuat salah dan dosa. Tapi tahukah kamu bahwa kadar dosa tiap orang itu berbeda bahkan untuk sebuah perbuatan yang terlihat sama? Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 2”

Diposkan pada Ramadhan Series, Renungan

Ramadhan 1441 H – Entry 1


Prelude

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh

Bismillah, kembali mengumpulkan semangat untuk merutinkan menulis. Mudah-mudahan momentum Ramadhan kali ini bisa menjadi kickstart agar lebih rajin menulis.

Oke, so karena momennya adalah bulan Ramadhan, gak asik donk kalo gak bahas tentang Quran dan Puasa. Oh iya, saya juga pernah menulis tentang Ramadhan, Puasa dan Quran salah satunya di link ini. Boleh di baca dulu sebagai refreshment ya.

So, kali ini saya lebih ingin explore tentang goal. Tulisan kali ini terinspirasi dari salah satu lecture Ustadz Nouman Ali Khan yang kemudian saya bahasakan ulang berdasarkan pemahaman saya sendiri. So jika ada yang salah, silahkan koreksi di kolom komen ya. Lanjutkan membaca “Ramadhan 1441 H – Entry 1”

Diposkan pada Renungan

[MFA2018] Mensyukuri Cobaan Hidup – Irena Widelia


Nouman Ali Khan Indonesia

Mensyukuri Cobaan Hidup

Tepat seminggu yang lalu, saya diberi kesempatan oleh Allah untuk terlibat menemani proses melahirkan. Kalian tahu bagaimana rasanya? Entahlah.. terlalu banyak bentuk perasaan yang tidak bisa saya ungkapkan dengan baik. Menemani proses melahirkan seharusnya diperankan oleh seorang suami, bukanlah seorang perempuan seperti saya.

Lihat pos aslinya 1.082 kata lagi